Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineNasionalPeristiwa

5 Kisah Mengharukan Nelayan Indonesia Terombang-ambing di Lautan

×

5 Kisah Mengharukan Nelayan Indonesia Terombang-ambing di Lautan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pulau Karang Jamuang, Gresik Jawa Timur. (Foto: Bacawarta.id)
Example 468x60

3. Desember 2023

Tiga nelayan yang menumpang Kapal Motor atau KM Sultan Meulaboh terombang-ambing di tengah laut selama 11 hari setelah kapal mereka tenggelam akibat adanya kebocoran.

Tiga nelayan tersebut bernama Jack Bowie (30) asal Meulaboh, Bayhaki (34) asal Padang Seurahet, Meulaboh, dan Rinal Junaidi (46) asal Banda Aceh, akhirnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi oleh Tim SAR ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Sebelumnya mereka dijemput oleh Tim SAR ke tengah laut dari Kapal Tanker SC Gold Ocean, berbendera Kepulauan Marshal, SC Gold Ocean yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Pelepas, Johor, Malaysia menuju Pelabuhan Mumbai, India.

Peristiwa yang terjadi pada akhir Desember 2023, bermula ketika KM Sultan dengan tiga nelayan berangkat melaut sejak sebelum 26 Desember 2023, dengan hasil tangkapan yang melimpah.

Karena tangkapan sudah penuh, mereka memutuskan pulang menuju daratan Aceh. Naas, papan kayu dinding kapal pecah dan air pun dengan cepat masuk ke dalam lambung kapal hingga kapal pun tenggelam.

Ilustrasi: Nelayan berangkat memancing ke tengah laut. (Foto: Bacawarta.id)

4. Desember 2023

Masih di bulan Desember di tahun 2023 lalu, Nelayan asal Banten, makmur (56), diketahui terdampar di Pantai Cemara Pangkalan, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Selasa 31/1/2023 setelah terombang-ambing sendirian di tengah laut selama empat hari.

Peritiwa mengenaskan itu bermula saat ombak setinggi empat meter menghantam KM Dimas yang dinahkodai Makmur. Kabut dan Angin yang berembus sangat kencang membuatnya kesulitan untuk melihat dan membuat kapal bergerak menuju haluan yang salah.

Makmur yang mulai panik mencoba menghubungi temannya di darat, yang dilanjutkan melapor ke pihak berwenang.

Pencarian besar besaran segera dilakukan Polairud, tim SAR dan nelayan setempat. Namun, hingga empat hari mereka tidak menemukan posisi korban karena kondisi cuaca yang buruk.

Selama terombang-ambing di tengah lautan, Makmur benar-benar tidak makan dan minum, karena perbekalannya memang sudah habis. Meski begitu Makmur terus berusaha bertahan hidup, di tengah laut yang tidak diketahuinya.

Ditengah keheningan malam di atas kapal, Makmur akhirnya melihat daratan dan langsung meloncat ke air untuk menuju kesana.

Pagi harinya, Makmur menyadari telah berada di Pantai Cemara Pangkalan, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Lokasi tersebut diketahui berjarak sekira lebih dari 300 kilometer dari tempat asalnya, yakni perairan Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.

Pagi itu, Makmur segera diantar ke Polsek Cikalong, yang kemudian dievakuasi ke kantor Polairud Polres Tasikmalaya.

Ilustrasi: Salah satu sungai air asin di Pulau Mengare, Gresik Jawa Timur. (Foto: Bacawarta.id)

5. Juli 2018

Kisah luar biasa berikutnya datang dari seorang remaja asal Indonesia yang terombang-ambing di laut selama 49 hari. Ia selamat, berkat bertahan hidup dengan meminum air laut dan memasak ikan di atas kayu yang diambil dari kapalnya.

Kesulitan yang dialami pemuda ini sudah terjadi sejak pekan pertama terombang ambing di tengah lautan. Air bersih dan makanan yang dibawanya sudah habis pada pekan pertama.

Untuk mensiasati kehausan, dirinya terpaksa memeras air laut dengan kaosnya. Menurutnya, cara itu bisa membuat rasa asin pada air berkurang. Selain itu, dia juga terbantu dengan air hujan yang ditampungnya.

Sementara untuk makananan diperolehnya dengan cara memancing setiap hari. Ikan tersebut dibakar atau direbus dalam peralatan yang ada di atas rakitnya.

Kisah ini bermula pada 14 Juli 2018 lalu. Remaja bernama Aldi Novel Adilang (19), pergi bekerja untuk menjaga rompong (penangkaran ikan di laut) sekitar 125 km dari pesisir utara Manado, dengan menggunakan rakit.

Angin kencang saat itu menyebabkan tambatan rakit patah, hingga membuat pemuda itu terkatung-katung di lautan, dan hanyut hingga ke perairan Guam.

Beruntung Adilang tidak panik dan berhasil mengirim sinyal radio darurat setelah melihat kapal Panama, MV Arpeggio yang melintas di dekatnya. Pemuda itu akhirnya dijemput oleh armada tersebut di perairan Guam, Jepang.

Adilang akhirnya dibawa kapal tersebut ke Jepang, dan sampai pada tanggal 6 September. Setelahnya, Adilang dipulangkan ke Indonesia dan bisa berkumpul bersama keluarganya. (*red)

Example 300250
Example 120x600