Lanjut dr. Marifatul Ula mengatakan, kemungkinan besar ada kerangka yang berjenis kelamin perempuan, itupun hanya dugaan.
“Tapi kita tidak begitu yakin, karena untuk menilai jenis kelamin itu tidak boleh satu fitur tulang saja. Karena kondisinya cuma sebongka potongan tulang, sehingga kami cuma bisa bilang kemungkinan besar bisa jadi bukan perempuan, bisa jadi jenis kelamin lainnya. Tapi kita masih tidak bisa karena kondisi terlalu rusak,” ungkapnya.
“Memang lebih dari dua individu karena beberapa tulang itu. Misal ada tujuh tulang paha tidak mungkin satu orang punya tujuh tulang paha. Bisa jadi lebih dari dua individu. 2 sampai 3 individu. Kita menghitung dari jumlah tulangnya,” lanjutnya.
Sampai saat ini, polisi terus melakukan pemeriksaan DNA yang paling akhir, yang bisa dilakukan, kalau tidak bisa mengindetifikasi secara morfologi pihaknya akan lakukan pemeriksaan DNA.
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Kusnan, menjelaskan bahwa serpihan tulang yang ditemukan terdiri dari tujuh tulang paha, satu tulang selangka kiri, dua bagian tengkorak belakang kepala dan sisi kanan, satu rahang bawah dengan enam gigi, serta satu tulang panggul.
“Berdasarkan analisis awal, serpihan tulang ini diduga berasal dari lebih dari dua individu, mengingat jumlah tulang paha yang ditemukan,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Aris Purwanto, menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa enam saksi termasuk penjaga pompa air, dan warga sekitar lokasi penemuan. Hingga saat ini, belum ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarga terkait penemuan tulang tersebut.
“Penyelidikan masih berlangsung, dan kami menghimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor,” ujar AKBP Aris.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, untuk memastikan tulang-tulang tersebut pihaknya telah membuka hotline dengan nomer 087855127288.
“Apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa menghubungi Hotline yang sudah disiapkan,” tegasnya. (ano)















