Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
HuKrimNasional

Dosen Psikologi Unair: Siswa SMA Gloria 2 Korban Intimidasi akan Alami Stres Berat

×

Dosen Psikologi Unair: Siswa SMA Gloria 2 Korban Intimidasi akan Alami Stres Berat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kekerasan terhadap anak.
Example 468x60

Surabaya, Bacawarta.id,- Dosen Psikologi Unair Margaretha, menilai kekerasan verbal dan intimidasi yang dialami EN siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, oleh sekelompok orang dewasa beberapa waktu lalu, akan berdampak trauma (stres) cukup berat.

“Dalam peristiwa yng terjadi di lingkungan sekolah, dimana siswa yag disuruh meminta maaf, bersujud dan menggonggong oleh wali murid, dia (korban) merasa tertindas,” terangnya.

Margaretha menyebutkan Korban bukan hanya mengalami kekerasan yang dilakukan oleh orang dewasa (wali murid), tetapi juga mengalami keterpurukan karena tidak berdaya dan tidak ada yang membantunya.

“Bukan hanya mengalami kekerasan, tapi tidak ada orang yang bisa membantunya, anak ini akan merasa keterpurukan dan bisa tidak berdaya. Karena disaat membutuhkan perlindungan, tidak mendapat akan pertolongan itu,” tambahnya.

Dengan peristiwa yang dialami dengan dipermalukan didepan umum terutama di lingkungan sekolah, Margaretha menyatakan secara psikologis korban akan mendapatkan tingkat stres yang cukup berat.

“Apa yang dialami oleh korban, tentu ini akan menjadi stres yang cukup berat, sehingga untuk memulihkan psikologinya memerlukan waktu lebih lama,” ujarnya lebih lanjut.

Menurut Margaretha, ada beberapa cara paling efektif dalam mengembalikan psikologi korban. Diantaranya, menghentikan kekerasan di sekolah dalam bentuk apapun.

“Yang lebih efektif adalah harus dilakukan rekonsoliasi antara anak dengan pihak yang melakukan kekerasan dan tentunya harus dengan hati-hati dan didampingi (mediator) oleh orang yang tepat,” pungkasnya.

Sementara kekerasan terhadap pelajar, dalam risetnya terhadap 1.500 siswa, disebutkan sebanyak 40 persen siswa pernah mengalami kekerasan di lingkungan sekolah. Kekerasan itu terjadi antar siswa, guru dengan sisa atau sebaliknya serta siswa dengan orang tua.

Oleh karena itu, Margaretha meminta agar segera mengentikan kekerasan dalam bentuk apapun di lingkungan sekolah. (ano)

Example 300250
Example 120x600