Tulisan atau artikel dari penulis tidak mewakili pandangan dari redaksi Bacawarta.id
Penulis : Rudi Pardosi (Jurnalis Metro TV)
Green Mining atau pertambangan hijau menjadi isu penting, atau bahkan telah menjadi suatu kewajiban bagi seluruh perusahaan yang ingin membuka atau melakukan penambangan mineral di berbagai daerah di Indonesia.
Hal ini tidak terlepas dari pengalaman masa lalu, dimana banyak perusahaan yang bergerak di usaha pertambangan meninggalkan kerusakan lingkungan yang parah setelah selesai melakukan eksplorasi. Tidak hanya merusak lingkungan, bekas tambang yang ditinggal begitu saja sering kali menelan korban jiwa karena aktifitas masyarakat di lokasi tersebut.
Beberapa contoh bekas lokasi tambang yang dibiarkan begitu saja dan menelan korban bisa kita lihat di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, sejak 2011 hingga 2021, ada 40 korban jiwa yang meninggal akibat lubang bekas tambang di Kaltim.
Samarinda menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yaitu 23 korban. Kutai Kartanegara mencatat 13 korban jiwa, sedangkan Penajam Paser Utara dan Paser masing-masing mencatat satu dan dua korban.
Data dan fakta diatas tentu harus menjadi pelajaran bagi perusahaan tambang dimana saja, termasuk tambang emas di Banyuwangi, Jawa Timur, yang dikerjakan PT Merdeka Copper Gold melalui PT BSI.
Sebagai satu satunya tambang besar yang ada di Jawa Timur, tambang emas yang menggarap lahan di Bukit Tumpang Pitu ini patut mendapat apresiasi. Sejak awal berdiri dan sebelum melakukan eksplorasi, perusahaan ini sangat fokus dengan green mining, sesuai dengan kebijakan yang dibuat pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Untuk dapat menjawab pertanyaan apakah PT Bumi Suksesindo telah menerapkan green mining dalam menjalankan usaha pertambangan, kita perlu untuk melihat tindakan nyata apa saja yang telah mereka lakukan hingga saat ini.
Tidak hanya berorientasi pada bisnis semata. Dengan menjadikan keberlanjutan sebagai dasar operasinya, Merdeka juga telah menerapkan ESG (Environment, Social and Governance) untuk memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingannya.

















