HeadlineNasional

Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Presiden Prabowo di Jombang, Soroti Sejarah Perjuangan Ulama

×

Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Presiden Prabowo di Jombang, Soroti Sejarah Perjuangan Ulama

Sebarkan artikel ini
Foto : dok. nuonline

JOMBANG, Bacawarta.id – Presiden RI Prabowo Subianto membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).

Pembukaan forum tertinggi organisasi NU itu ditandai dengan pemukulan beduk oleh Presiden Prabowo di Lapangan Untung Suropati. Ribuan peserta Muktamar turut menyaksikan prosesi tersebut.

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama,” kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan kembali besarnya kontribusi NU dan para ulama dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurut dia, semangat kebangsaan yang ditanamkan para pendiri NU telah muncul sejak jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai negara merdeka.

Ia mencontohkan lagu Syubbanul Wathon yang diciptakan KH Abdul Wahab Chasbullah. Lagu tersebut, kata Prabowo, sudah lahir belasan tahun sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Tampilan GIF
Animasi GIF

“Yang menarik adalah bahwa lagu ini diciptakan oleh Kiai Abdul Wahab Hasbullah belasan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan. Pada waktu itu kita juga belum tahu negara yang diproklamasikan bentuknya bagaimana,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti kiprah ulama, kiai, dan pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan, terutama ketika pecah Pertempuran Surabaya pada Oktober-November 1945.

Ia mengatakan, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia memang dikumandangkan di Jakarta. Namun, perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan kemudian mendapatkan ujian besar di Surabaya.

“Karena kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta, tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya. Dan dalam pertempuran Surabaya Oktober-November tahun 1945, peran dari ulama, peran dari kiai-kiai, peran daripada pesantren sangat besar,” ungkapnya.

Di hadapan para muktamirin, Presiden turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi NU terhadap kehidupan kebangsaan. Ia menekankan pentingnya menjaga kekuatan dan kerukunan NU karena dinilai berkaitan erat dengan kondisi bangsa.

“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat,” tegas Prabowo.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung hingga Senin (31/8) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Selain menjadi forum permusyawaratan tertinggi NU, Muktamar ini menjadi momentum penting untuk membahas arah perjalanan organisasi dan kepemimpinan NU ke depan.* (bm)