HeadlineNasional

Muhaimin Siap Maju Ketum PBNU, Upaya Amankan 2029?

×

Muhaimin Siap Maju Ketum PBNU, Upaya Amankan 2029?

Sebarkan artikel ini
Foto : Istimewa

Jombang, Bacawarta.id,- Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin disebut siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35. Langkah itu dinilai bagian dari upaya mengamankan peta politik 2029.

Kedekatan Muhaimin dengan Presiden Prabowo menjadi perhatian tersendiri. Sebagai menteri koordinator di kabinet Prabowo, langkah majunya dinilai membawa pertimbangan elektoral yang strategis menjelang 2029. Gus Muwafiq bahkan menilai lewat media sosial, “hubungan dengan Pak Prabowo juga bagus,” seraya mendorong, “kalau bisa, Cak Imin itu yang coba nyalon juga.”

Namun di tengah isu itu, Muhaimin hingga kini masih memegang jabatan Ketua Umum PKB, partai politik praktis. Caketum PBNU, Gus Salam (KH Abdussalam Shohib), menegaskan Cak Imin harus mundur dari kepemimpinan PKB terlebih dahulu jika ingin maju.

Dorongan agar Cak Imin maju juga datang dari sejumlah pihak, mulai dari Gus Muwafiq, Gus Maftuh, Forum Kader NU Yogyakarta, hingga Aliansi Santri Gus Dur. Di sisi lain, Cak Imin beberapa pekan terakhir kerap menyindir kepemimpinan PBNU lima tahun tanpa perubahan dan menyebut NU butuh pemimpin baru yang fresh, sindiran yang direspons balik oleh Ketua Umum PBNU Gus Yahya.

Wacana itu menyisakan pertanyaan yang mengganjal di hati banyak nahdliyin. Survei Parameter Politik Indonesia pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi menunjukkan 65,8 persen warga NU setuju organisasi menjauh dari politik elektoral, dan 76,1 persen berharap PBNU fokus mengurus umat dan agama. Organisasi yang lahir dari perjuangan para muassis, yang melahirkan Resolusi Jihad dan ikut menjaga tegaknya negeri, apakah kini rela dijadikan tunggangan partai politik? Para santri yang datang dari berbagai daerah untuk menjaga marwah NU berharap, jam’iyyah ini tidak digadaikan untuk kepentingan kursi.

Tampilan GIF
Animasi GIF

Pertanyaan yang kemudian menggantung di ruang-ruang sidang menjelang pemilihan, mungkinkah NU dipimpin oleh ketua partai politik praktis yang masih aktif memegang kendali partainya?.* (bm)