HeadlineJatim

Polda Jatim Ajak Orang Tua Waspadai Provokasi Medsos, Lindungi Anak dari Aksi Berbahaya

×

Polda Jatim Ajak Orang Tua Waspadai Provokasi Medsos, Lindungi Anak dari Aksi Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Foto : Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast

Surabaya, Bacawarta.id – Polda Jawa Timur mengingatkan para orang tua agar tidak lengah mengawasi aktivitas anak, terutama di tengah maraknya informasi dan ajakan yang beredar melalui media sosial.

Pengawasan tersebut dinilai penting untuk mencegah anak maupun pelajar terseret kegiatan yang awalnya terlihat sebagai ajakan biasa, tetapi berpotensi berkembang menjadi kericuhan dan membahayakan keselamatan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, keluarga menjadi benteng pertama dalam memberikan pemahaman kepada anak agar mampu membedakan informasi yang aman dan ajakan yang berisiko.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anaknya tidak ikut-ikutan berada di lokasi yang berpotensi terjadi kericuhan. Berikan pemahaman kepada mereka agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh ajakan yang justru dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka,” ujar Abast.

Ia menegaskan, masyarakat tetap mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi. Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab dan dilakukan dengan cara yang tertib sesuai ketentuan yang berlaku.

Tampilan GIF
Animasi GIF

Menurut Abast, penyampaian pendapat tidak boleh bergeser menjadi tindakan anarkis, kekerasan, perusakan, atau bentuk pelanggaran hukum lainnya. Terlebih bagi anak dan pelajar yang masih memiliki masa depan panjang.

“Menyampaikan pendapat tentu harus kita hormati. Tetapi jangan sampai penyampaian aspirasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Terlebih bagi anak-anak dan pelajar, keselamatan dan masa depan mereka harus menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Perhatian orang tua, lanjut dia, juga perlu mencakup aktivitas anak di dunia digital. Orang tua diharapkan membangun komunikasi yang terbuka sehingga dapat mengetahui informasi, ajakan, maupun lingkungan pergaulan anak di media sosial.

“Anak-anak kita hidup sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengingatkan agar mereka tidak mudah percaya, terprovokasi atau mengikuti ajakan yang belum tentu mereka pahami tujuan maupun risikonya,” tutur Abast.

Polda Jatim turut mengingatkan para pelajar dan generasi muda agar tidak mengambil keputusan hanya karena dorongan teman atau informasi yang mereka temukan di media sosial. Setiap ajakan perlu dipahami terlebih dahulu, termasuk potensi dampaknya.

“Kami mengajak adik-adik pelajar dan generasi muda untuk berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi. Jangan karena ajakan teman atau informasi di media sosial kemudian ikut dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan. Sampaikan pendapat dengan cara yang baik, bertanggung jawab dan tidak melakukan tindakan kekerasan,” lanjut Abast.

Ia menambahkan, upaya menjaga anak dari situasi yang membahayakan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan kepolisian memiliki peran masing-masing dalam memberikan perlindungan sekaligus edukasi.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga, kita bimbing dan kita edukasi anak-anak kita. Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terprovokasi, mereka justru menjadi korban ataupun terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka,” pungkasnya. (Nn)