GRESIK, Bacawarta.id,– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumahan Bukit Bambe, Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah.
Warga RW 06 menggelar sejumlah kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya dan kuliner khas Nusantara.
Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah lomba uleg sambal yang digelar pada Minggu (30/8) pagi. Perlombaan ini dikemas unik karena peserta tidak hanya dituntut mampu meracik sambal dengan cita rasa terbaik, tetapi juga tampil mengenakan kostum kreatif.
Sejumlah peserta mengenakan pakaian adat hingga kostum yang memanfaatkan material daur ulang. Namun, penampilan paling mencuri perhatian warga adalah peserta yang tampil sebagai Mak Lampir, tokoh legenda yang populer melalui drama Saur Sepuh.
Dengan karakter dan gaya khasnya, peserta berkostum Mak Lampir turut beradu keterampilan menguleg sambal. Kehadirannya membuat suasana perlombaan semakin semarak sekaligus mengundang gelak tawa warga.
Di balik konsep yang menghibur, lomba tersebut membawa pesan tentang pentingnya menjaga sambal sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia.
Para peserta ditantang mengolah sejumlah jenis sambal dengan karakter rasa yang berbeda. Di antaranya sambal mentah, sambal tomat, sambal serai hingga sambal klotok.
Bukan hanya kecepatan menguleg yang menjadi penilaian. Peserta juga harus mampu menghasilkan sambal dengan komposisi bumbu, tekstur, cita rasa dan penyajian yang sesuai.
Untuk memastikan penilaian berlangsung profesional, panitia menghadirkan sejumlah chef dari beberapa hotel di Surabaya sebagai juri.
Ketua RW 06, Jiran, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen warga untuk menjaga dan mengenalkan budaya Indonesia, khususnya kekayaan kuliner Nusantara.
“Ini menjadi komitmen kami untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. Salah satunya adalah kuliner khas sambal Nusantara,” kata Jiran.
Menurut Jiran, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Kesibukan sehari-hari membuat warga membutuhkan ruang bersama untuk berkumpul, berinteraksi dan saling mengenal.
Sementara itu, Penanggung Jawab Lomba, Adi Sunaryono, mengatakan lomba uleg sambal sengaja dikemas dengan memadukan unsur hiburan, kreativitas, pelestarian kuliner tradisional dan kebersamaan.
“Kami ingin kegiatan ini bukan sekadar lomba. Sambal merupakan bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan, terutama kepada generasi muda,” ujar Adi.
Ia menambahkan, penggunaan kostum unik menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas sekaligus membuat perlombaan lebih menarik bagi warga.
Selain lomba uleg sambal, rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diawali dengan kegiatan jalan sehat. Warga kemudian mengikuti berbagai kegiatan hiburan dan mengunjungi bazar rakyat yang disiapkan panitia.
Bazar tersebut melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan sekitar. Berbagai produk makanan dan usaha rumahan ditawarkan kepada warga yang hadir.
Kehadiran bazar UMKM sekaligus menjadi upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan bersenang-senang, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga untuk memperkenalkan produk serta mengembangkan usaha mereka.
Adi mengatakan tingginya antusiasme warga membuat panitia berencana menjadikan lomba uleg sambal sebagai agenda tahunan.
“Antusiasme warga sangat luar biasa. Karena itu, kami berharap lomba uleg sambal ini bisa menjadi agenda tahunan. Selain menyenangkan, kami ingin ada pesan tentang bagaimana kuliner Nusantara tetap dijaga dan diwariskan,” tuturnya.
Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan masyarakat. Salah satunya dengan menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Lomba uleg sambal di Bukit Bambe akhirnya bukan sekadar kompetisi meracik bumbu. Dari cobek dan ulekan, warga menghadirkan pesan tentang kebersamaan, kreativitas, pelestarian budaya serta kecintaan terhadap kuliner Nusantara.*(bm)












